Viral Video Dokter Koas Bercekcok Dengan Wanita Pengunjung RSUD Pirngadi – Liputan Online Indonesia

Viral Video Dokter Koas Bercekcok Dengan Wanita Pengunjung RSUD Pirngadi - Liputan Online Indonesia. Foto: dok.tempo.co

liputanbangsa.com Media sosial baru-baru ini diramaikan sebuah video viral yang menunjukkan seorang wanita mengenakan jas putih yang diduga sebagai dokter teribat percekcokan dengan seorang wanita dan pria yang berada di dalam mobil.

Keributan tersebut bermula dari perempuan berjas putih dengan wanita di dalam mobil yang tampak beradu mulut. Sang wanita di dalam mobil menyebut perempuan berjas putih itu adalah seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Pirngadi Medan, Sumatera Utara.

Selain itu, perempuan berjas putih tersebut juga tampak bercekcok dengan pria yang berada di dalam mobil bersama wanita yang awal terlibat keributan.

“Ini wei, dokter galak banget. Ada gilaknya nantang-nantang pula mau mukul mobil-mobil orang,” ujar pria dalam video.

“Enggak takut,” balas wanita berjas putih.

Lebih lanjut, wanita berjas putih tersebut terlihat menghampiri wanita di dalam mobil, tetapi segera dilerai.

Viral Video Dokter Koas Bercekcok Dengan Wanita Pengunjung RSUD Pirngadi – Liputan Online Indonesia. Foto: dok.fajar.co.id

“Kami bukan takut, kau gilak ya (dokter), Apa kau? Ini pemukulan, apa kau, ngancam pula kau! Kau pula mukuli ini, siapa namanya ini? Pemukulan dokter ini, siapa namanya?” ujar wanita di dalam mobil sambil terus merekam.

Dokter tersebut tak mengindahkan permintaan pria yang memintanya untuk bersabar.

“Saya punya karakter, tapi saya jangan diganggu. Bilang sama bos kamu,” ujar wanita itu.

Atas peristiwa yang terjadi, Humas RSUD Pirngadi, Edison Perangin-angin menjelaskan jika perempuan berjas putih yang berada di video tersebut bukanlah seorang dokter, tetapi mahasiswa koas. Permasalahan tersebut berawal dari parkir.

“Begini, itu kan kejadian di areal Pirngadi. Tadi sudah kita langsung panggil koas-nya, mendengar keterangan kenapa kejadiannya begitu. Pertama menurut pengakuannya, dia klakson bolak balik enggak sabar, sempat dia keluar,” ujar Edison seperti dikutip dari Kompas.com Selasa (11/4).

Akibat masalah parkir tersebut, terjailah perdebatan hingga akhirnya viral di media sosial. “Kata koas itu sebenarnya ibu itu juga kasar, bicara cuma enggak ada yang merekam. ‘Waktu itu aku (bicara) kasar direkamnya’,” ujar Edison menirukan ucapan mahasiswa koas tersebut.

Lebih lanjut, Edison mengatakan mahasiswa koas tersebut seharusnya bisa lebih sabar lagi karena sudah menjalani praktik koas di RSUD Pirngadi selama enam bulan.

Sanksi etik akan diberikan pada pihak terkait berdasarkan arahan dari RSUD Pirngadi. Bentuk sanksi tersebut masih akan didiskusikan bersama petinggi rumah sakit ataupun institusi tempatnya belajar.

“Sanksi ini paling kami bahas kemungkinan etikalah karena apa dia pakai seragam kenapa membuat perilaku seperti itu? Kenapa nggak menahan diri, tapi itu pun nanti agar dipikirkan SDM kita (sanksinya). Persoalan ini sudah Wadir RS Pirngadi yang menaganinya. Begitu pun kita tunggu hasil dari sana,” ujarnya.

Atas terjadinya insiden tersebut, Edison menjelaskan fungsi pelayanan di RSUD Pirngadi tak akan terganggu, seperti yang banyak beredar di media sosial.

“Tapi itulah tadi bahasanya, harus sabar. Parkir itu kepentingan umum. Maksudnya terlepas dari koas harus parkir itu bersabar karena itu bukan milik pribadi itu kepentingan umum,” tutup Edison. (afifah/lbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *