Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Skrining Kesehatan Jiwa, Ajak Masyarakat Peduli Mental Health

liputanbangsa.com Skrining kesehatan jiwa sebagai bagian dari deteksi dini kesehatan jiwa, hal ini mendapat tanggapan positif dari Mohammad Saleh, selaku Wakil Ketua DPRD Jateng.

Dalam keterangannya, Mohammad Saleh menyampaikan bahwa kesehatan jiwa adalah isu yang tak boleh dipandang sebelah mata, terutama di era pascapandemi dimana tekanan mental masyarakat meningkat secara signifikan.

Skrining ini bertujuan untuk, mendeteksi dini gejala gangguan jiwa, memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mental, menyediakan rujukan profesional bagi individu yang teridentifikasi memiliki risiko.

Mohammad Saleh menambahkan bahwa fungsi pengawasan DPRD akan diarahkan untuk memastikan program seperti ini tidak berhenti di seremoni, namun diikuti dengan dukungan dan kebijakan berkelanjutan.

Skrining Kesehatan Jiwa
Ilustrasi

“Kami mendorong Dinas Kesehatan Provinsi agar menjadikan skrining ini sebagai kegiatan rutin, tidak hanya di lingkungan pemerintahan tapi juga hingga ke desa-desa. Ini soal keberpihakan pada masyarakat yang mungkin selama ini tidak memiliki akses ke layanan psikologis,” ujarnya.

Sebagai Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh memiliki peran dalam, mengawasi pelaksanaan program agar tepat sasaran dan tidak hanya formalitas dan menginisiasi atau mendukung peraturan daerah terkait kesehatan jiwa, anti-stigma, dan rehabilitasi.

Saleh menilai, kerja DPRD harus berpihak pada kelompok rentan, termasuk mereka yang mengalami gangguan psikologis. Karena itu, ia mengajak seluruh stakeholder untuk membangun sinergi antarlembaga agar skrining ini menjadi langkah sistematis, bukan inisiatif sesaat.

Ini sekaligus menjadi momentum untuk mengakhiri stigma terhadap masalah kesehatan mental. Saleh juga menyatakan komitmennya untuk mendorong pendekatan yang lebih humanis dalam layanan publik, terutama terhadap warga dengan kebutuhan psikologis khusus.

“Kita harus bergerak bersama. Kesehatan jiwa bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, tapi seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *