Yogyakarta, liputanbangsa.com – Cuaca ekstrem diprediksi akan terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Cuaca ekstrim yang meanda DIY itu berupa gelombang laut tinggi, hujan sedang – lebat yang dapat di sertai kilat/petir, Sabtu (25/2/2023).
Atas dasar tersebut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY menghimbau warganya agar tetap waspada.
Hasil analisis BMKG Stamet YIA, mengidentifikasi potensi curah hujan yang tinggi akan berlangsung tiga hari kedepan.
Kepala Stasiun Metoorologi Yogyakarta, Warjono mengungkapkan kondisi tersebut diakibatkan karena adanya pusat tekanan rendah di utara Australia sehingga membentuk pola belokan dan perlambatan kecepatan angina di sebagian besar wilayah Jawa termasuk Yogyakarta.
Karena fenomena tersebut, BMKG Slamet YIA memprediksi potensi curah hujan sedang-tinggi bahkan disertai angina kencang dan petir akan berlangsung pada 25 – 27 Februari 2023 diseluruh wilayah DIY.
Prediksi BMKG terhadap cuaca hari ini berawan yang akan terjadi pada pagi hari. Sementara siang – sore hari aka nada kemungkinan potensi hujan sedang – lebat di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian Utara, dan Gunung Kidul bagian Utara.
“Potensi Hujan ringan hingga sedang akan terjadi di Kulon Progo bagian Selatan, Bantul, Gunungkidul bagian Selatan,”jelas BMKG dikutip dari sindonews.com

Cuaca ekstrim tersebut akan berlangsung hingga malam hari. Sabtu malam aka nada potensi hujan lebat-sedang di Kulon Progo bagian Selatan, Bantul bagian Selatan, Gunungkidul bagian Selatan.
Selain itu diprediksi pula hujan ringan – sedang akan mengguyur Kota Yogyakarta, Sleman bagian Selatan, dan Kulon Progo Bagian Utara pada malam hari.
Curah hujan yang tinggi berpengaruh pada suhu udara. Suhu udara di Yogyakarta berkisar 21-31 C. dengan kelembapan udara hingga 70 – 97 persen
Sementara angin akan bertiup dari arah barat – utara dengan kecepatan maksimum 35 km/jam.
BMKG menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan selalu waspada terhadap cuaca ekstrim yang berpotensi menimbulkan bencana Hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angina kencang dan puting beliung.
“Harap selalu waspada terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” tutup Warjono.
(heru/lbi)

