liputanbangsa.com – Wabah rabies semakin menyebar, bahkan saat ini saat ini pemerintah juga sudah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk dua wilayah di Tanah Air akibat penularan rabies. Dua wilayah tersebut adalah Kabupaten Sikka, NTT dan Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT.
Oleh sebab itu, penting sekali memahami bagaimana penanganan manusia usai mengalami gigitan anjing diduga rabies harus dilakukan secara tepat dan cepat. Jangan tunggu gejala infeksi muncul jika tak ingin berhadapan dengan kematian.
Dokter UKK Penyakit Infeksi Tropik IDAI, Novie H.Rampengan, mengungkapkan rabies dapat menjadi sangat mematikan jika sudah muncul gejala pada manusia. Tingkat kematian pada manusia saat gejala muncul nyaris 100 persen.
“Kalau sudah ada gejala, 99,9 persen itu akan meninggal,” kata Novie.
Gejala Rabies pada manusia:
- Â Lesu
- Demam
- Sakit tenggorokan
- Nyeri.
- Kesemutan
- Rasa panas pada area gigitan.
BACA JUGA:
Setelah muncul gejala-gejala di atas, maka akan berlanjut dengan adanya gangguan saraf, seperti berkeringat, air mata menetes, kesulitan bernapas, bahkan tubuh tak lagi dapat menerima asupan air minum.
“Jadi rabies itu akan berkembang misal dari gigitan, masuk ke saraf dan otak, lalu setelahnya menyebar ke seluruh tubuh. Untuk masa inkubasinya menurut WHO 30 hingga 90 hari,” ucapnya.
Adapun langkah-langkah darurat yang harus dilakukan jika digigit anjing adalah sebagai berikut:
- Langkah pertama, luka harus dicuci dengan air sabun atau detergen di bawah air mengalir selama 10 – 15 menit.
- Lalu berikan antiseptik, seperti alkohol 70 persen.
- Selanjutnya pergi ke puskesmas atau rumah sakit untuk penanganan lebih jauh. Penanganan saat di rumah sakit ini biasanya berupa pemberian vaksin hingga serum anti rabies.
BACA JUGA:
Perlu dipahami juga jika jenis luka yang dialami manusia akibat anjing diduga rabies ada dua kategori. Pertama luka risiko tinggi, yakni jilatan atau gigitan pada mukosa, luka di daerah leher dan kepala, luka pada bagian jari, hingga luka menganga akibat gigitan.
Sedangkan luka risiko kecil berupa jilatan pada luka terbuka atau cakaran serta gigitan yang membuat lecet area badan, tangan, dan kaki. (heru/lb)

