liputanbangsa.com – Insiden tidak terduga terjadi di pesawat Batik Air rute Jakarta-Gorontalo pada Rabu (12/7).
Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6246 tersebut gagal mendarat diĀ Gorontalo.
Hal itu dikarenakan salah satu penumpang pesawat Batik AirĀ dengan jenis Airbus 320-200 itu, berusaha merusak jendela pesawat. Padahal saat itu, pesawat tengah membawa 6 kru pesawat dan 126 penumpang.
Batik Air pun memberikan penjelasan mengenai peristiwa yang terjadi pada penerbangan ID-6242 rute Jakarta ke Gorontalo tersebut.
Penerbangan ID-6242 dipersiapkan dan dilaksanakan sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.
Waktu keberangkatan pukul 03.55 WIB dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Djalaluddin pukul 08.00 WITA.
Penerbangan ini dioperasikan pesawat Airbus 320-200 beregistrasi PK-BKK, membawa 6 kru pesawat dan 126 tamu (penumpang).
Sekitar 30 menit setelah lepas landas, pilot memutuskan untuk kembali ke bandar udara asalĀ (return to base)Ā karena ada salah satu tamu laki-laki berinisial MS (25 tahun) yang duduk di kursi nomor 24C melakukan tindakan yang mengganggu kenyamanan penerbangan, seperti berperilaku tidak tenang dan merusak lapisan mika penutup jendela.
Kru yang bertugas telah melakukan prosedur penanganan standar bagi penumpang yang membahayakan penerbangan (tidak disiplin) dengan upaya untuk menenangkan tamu MS, namun upaya tersebut tidak berhasil.
Pilot memutuskan untuk kembali ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
Pesawat Batik Air Mendarat dengan Normal
Pesawat Batik Air mendarat dengan normal, dan setelah mendarat, tamu MS langsung dibawa oleh petugas keamananĀ (Aviation Security)Ā untuk dilakukan pemeriksaan serta penanganan lebih lanjut.
Seluruh tamu penerbangan ID-6242 telah diarahkan menuju ruang tunggu untuk mendapatkan pelayanan dan informasi lebih lanjut sehubungan dengan persiapan kembali penerbangan ID-6242.
Batik Air telah mempersiapkan penerbangan ID-6242 dengan menggunakan pesawat Batik Air lainnya.
Namun, perlu disampaikan bahwa persiapan penggantian pesawat membutuhkan waktu yang cukup signifikan untuk dapat menjamin keselamatan dan kenyamanan seluruh tamu penerbangan.
Penerbangan ID-6242 berhasil mengudara kembali menggunakan pesawat Airbus 320-200 dengan registrasi PK-BKL pada pukul 09.09 WIB dan telah mendarat di Bandar Udara Djalaluddin pada pukul 13.00 WITA.


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3039112/original/023717700_1580636216-Foto_01.jpg)