Trauma Pencurian Dalaman, Puluhan Warga Desa Banyusri Minta Perlindungan ke DP3AKB Boyolali – Liputan Online Indonesia

BOYOLALI, liputanbangsa.comRasa trauma gara-gara jadi korban pencurian dalaman masih dirasakan warga Desa Banyusri Kecamatan Wonosegoro Boyolali.

Puluhan ibu-ibu mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Boyolali pada Rabu 8 Januari 2025.

Ibu-ibu ini ternyata meminta perlindungan karena rasa traumanya menjadi korban pencurian celana dalam yang diduga dilakukan KM, ABG berusia 12 tahun.

Dilansir dari solo.suaramerdeka.com, KM adalah korban penganiayaan sejumlah warga karena diduga melakukan pencurian celana dalam milik tetangganya.

Kasus penganiayaan dengan mencabut kuku KM tersebut dilaporkan terjadi pada Senin, 18 November 2024 sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat ini, kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Kejari Boyolali.

Kedatangan sekumpulan ibu-ibu didampingi penasihat hukumnya, Ria Magdalena Purnama Sari.

Mereka menemui Kepala DP3AKB dan psikolog dinas setempat. Mereka mengaku masih trauma atas kejadian tersebut.

“Ibu-ibu ini resah, karena anak yang bernama KM itu kan dianggap, maaf, suka mengambil celana dalam dan uang. Maka mereka meminta perlindungan dari DP3AKB,” ujar Ria Magdalena.

Kekhawatiran ibu-ibu ini jauh dirasakan sebelum penganiayaan terjadi.

Menurut Ria, KM sudah berulang kali mencuri yang sebelumnya sudah ada perjanjian bahwa anak tersebut mau meminta maaf kepada semua korban.

Yanti, salah satu warga mengaku meminta perlindungan.

“Celana dalam saya dicuri dan saya dilecehkan, saat tidur. Kami datang ke sini karena trauma. Saya masih takut, masih kebayang-bayang, pokoknya trauma,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Boyolali Ratri Survivalina menjelaskan, pihaknya siap mewadahi aspirasi emak-emak ini karena sebagai dinas yang menaungi perempuan dan anak sudah menjadi tugasnya memberikan perlindungan.

“Kalau ada yang datang ke kami untuk minta perlindungan, otomatis kami pasti akan respons. Kalau mereka minta perlindungan, ya kita upayakan untuk upaya-upaya perlindungan,” jelasnya.

Disampaikan bahwa hal ini akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan semua pihak terkait.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *