Korban Penipuan Tiket Timnas Indonesia di Solo Rugi Ratusan Juta – Liputan Online Indonesia

The ticket counter to match Indonesia - Qatar, Senayan, Jakarta, Sunday, October 9, 2011. Although it has been opened ticket sales for the match Indonesia - Qatar on Tuesday, but on this first day still seem devoid of shoppers. (JG Photo / Afriadi Hikmal) Suasana loket untuk pertandingan Indonesia - Qatar, Senayan, Jakarta, Minggu 9 Oktober 2011. Meski telah dibukanya penjualan tiket untuk pertandingan Indonesia - Qatar hari Selasa, namun pada hari pertama ini masih tampak sepi dari pembeli. (JG Photo/ Afriadi Hikmal)

SOLO, liputanbangsa.comPolresta Solo menangkap RBA (31), pelaku penipuan tiket laga Timnas Indonesia vs Filipina pada Piala AFF 2024 di Stadion Manahan.

Pelaku yang sempat buron beberapa pekan tersebut diamankan Tim Resmob Satreskrim Polresta Solo pada Rabu (8/1/2025) siang.

Kanit Resmob Polresta Solo Ipda Irham Rhozan Al Fiqri menerangkan saat ini RBA tengah dalam proses pemeriksaan pihak kepolisian.

“Pada hari Rabu tanggal 8 Januari 2025 tim Resmob Polresta Surakarta telah mengamankan saudari RB atas tindak pidana penipuan penjualan tiket Timnas Indonesia vs Filipina di Stadion Manahan,” ujar Irham.

Saat ini polisi dikatakan Irham bahwa RBA tengah dalam proses pemeriksaan.

“Sekarang yang bersangkutan tengah dalam proses pemeriksaan,” pungkasnya.

 

7 Orang jadi Korban

Setidaknya ada 7 orang yang dikabarkan menjadi korban penipuan tiket laga Timnas Indonesia yang dilakukan oleh RBA dengan total mencapai ratusan juta.

Satu korban disebut membeli tiket sebanyak 188 lembar dari terduga pelaku.

Kuasa hukum korban, Muhammad Afif menuturkan ada sekitar lima orang melapor ke pihak kepolisian.

“Di mana klien kami ini percaya terhadap pelaku karena dia salah satu orang penting dalam dunia sepakbola nasional. Di mana awal pelaku memberi tawaran terhadap para korban. Awalnya saat  pertandingan antara Indonesia melawan Laos, klien kami juga beli ke tersangka, tidak ada masalah, dalam arti tiket dikirim,” ungkapnya, Rabu (8/1/2025).

Namun, saat membeli tiket Filipina, masalah baru muncul. Dimana korban membeli tiket sebanyak 188 lembar tiket.

Saat itu, lanjut Afif, bahwa kliennya mengumpulkan para calon penonton di Shelter Manahan.

“Namun hingga laga usai, pelaku tidak bisa dihubungi, sampai dengan sekarang,” ungkapnya.

“Untuk saat ini yang sudah mengadu kepada kami sebanyak tujuh orang. Dari perhitungan dari total keseluruhan kerugiannya sebesar ratusan juta rupiah. Sehingga kita berharap dari pihak kepolisian bisa segera menangkap pelaku,” pungkas Afif.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *