liputanbangsa.com – Menggapai surga tanpa hisab adalah impian setiap Muslim.
Salah satu ulama besar Nusantara, Syekh Muhammad Zaini Abdul Ghani Al-Banjari atau yang dikenal sebagai Abah Guru Sekumpul, memberikan tuntunan amalan yang dapat membuka jalan ke surga tanpa melalui hisab.
Ulama yang dikenal sebagai Wali Qutub ini menekankan pentingnya menghidupkan lima malam istimewa dengan penuh keimanan dan ibadah.
Keutamaan Menghidupkan Lima Malam Spesial
Dalam ajaran Abah Guru Sekumpul, siapa saja yang mampu menghidupkan lima malam tertentu akan mendapatkan keutamaan luar biasa.
Mereka akan dibangkitkan dari kubur dengan pakaian dan kendaraan dari surga, lalu langsung terbang menuju surga bersama Buraq.
“Menghidupkan malam di sini berarti beribadah sepanjang malam, mulai dari Maghrib hingga Subuh, tanpa tidur,” ujar Almarhum Abah Guru Sekumpul, dilansir dari chanel YouTube minta rela.
Namun, bagi yang kesulitan, beliau memberikan opsi lain yang lebih ringan.
Lima Malam Istimewa yang Harus Dihidupkan
Berikut adalah lima malam yang dianjurkan untuk dihidupkan dengan ibadah, sesuai ajaran Abah Guru Sekumpul:
Malam Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
Malam menjelang persiapan puncak ibadah haji di Arafah ini memiliki keutamaan luar biasa.
Malam Arafah (9 Dzulhijjah)
Malam sebelum Wukuf di Arafah menjadi waktu penuh berkah yang dianjurkan untuk dihidupkan dengan zikir dan doa.
Malam Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah)
Malam ini merupakan momen perayaan pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang penuh nilai spiritual.
Malam Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal)
Malam kemenangan setelah berpuasa sebulan penuh menjadi salah satu malam yang sangat istimewa.
Malam Nisfu Sya’ban (15 Sya’ban)
Malam ini dikenal sebagai malam pengampunan, di mana catatan amal manusia selama setahun disusun.

Bagaimana Cara Menghidupkan Malam?
Abah Guru Sekumpul memberikan beberapa opsi bagi yang ingin menghidupkan malam-malam ini:
Ibadah Sepanjang Malam
Jika memungkinkan, lakukan ibadah sepanjang malam, mulai dari Maghrib hingga Subuh, tanpa tidur.
Ibadah Setengah Malam
Jika sulit beribadah semalam suntuk, cukup lakukan selama setengah malam atau sekitar enam jam.
Ibadah di Waktu Maghrib hingga Isya
Jika masih berat, cukup lakukan ibadah di waktu antara Maghrib dan Isya, termasuk shalat berjamaah.
Niatkan untuk Bangun Subuh Berjamaah
Jika semua opsi terasa berat, berniat untuk bangun Subuh dan melaksanakan shalat berjamaah sudah cukup dicatat sebagai amalan.
Pentingnya Konsistensi dan Niat yang Tulus
Abah Guru Sekumpul menekankan bahwa yang utama adalah niat dan usaha.
Meskipun tidak mampu melaksanakan secara sempurna,
Allah tetap mencatat niat baik seorang hamba yang ingin mendekatkan diri kepada-Nya.
Dengan menghidupkan malam-malam istimewa ini,
umat Muslim diharapkan dapat meraih ridha Allah SWT dan mendapatkan keutamaan yang luar biasa di akhirat kelak.
“Barang siapa menghidupkan malam-malam ini, maka akan ditulis sebagai orang yang mendapatkan rahmat dan karunia Allah,” tutur Abah Guru Sekumpul.
(ar/lb)

