Agendakan ke Sarwono Tiap Minggu Legi, Pasar Kuliner Tempo Dulu di Ujung Selatan Kudus

ByRedaksi

2 Mei 2023
kudusSarwono, pasar kuliner yang hanya ada sebulan sekali tiap hari Minggu Legi. "Jadi kalau hari biasa sepi".(Foto: Liputanbangsa.com)

KUDUS, liputanbsngsa.comPasar Sarwono atau Pasar di bawah Wono (wana) atau hutan berlokasi di Alas Jati di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Berjarak kira-kira 25 kilometer dari pusat kota (Alun-alun Simpang Tujuh) Kudus, atau bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi sekitar 50 menit.

Alat transaksi untuk pembayaran makanan dan persewaan mainan tidak menggunakan rupiah tetapi koin kayu (Foto: Liputanbangsa.com)

Pasar yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wonorekso itu adanya setiap 36 hari sekali, yakni Minggu Legi (menurut kalender Jawa) dan diresmikan oleh Pemerintah Desa setempat pada tahun 2022 lalu.

Belasan stan kuliner di Pasar tersebut menjajakan jajanan tradisional khas desa setempat. Seperti Wedang Coro, Dudo Kemul (makanan olahan ketela dan pisang), Nasi Jagung, Bubur Cethil,  Jajanan Tiwul, Getuk, Dawet, Bubur Sumsum, hingga kudapan tempo dulu yang menggugah selera.

kudus
Alat transaksi untuk pembayaran makanan dan persewaan mainan tidak menggunakan rupiah tetapi koin kayu (Foto: Liputanbangsa.com)

Direktur BUMDes Wonorekso Asrori mengatakan, memang Pasar Sarwono ini bisa dibilang cukup baru. Tujuannya sendiri adalah untuk bagaimana bisa meramaikan Alas Jati yang menjadi salah satu potensi wisata di desa ini. Saat ini, jumlah stan kuliner yang ada berjumlah 16 buah.

“Kalau wisata Hutan Jatinya sudah sejak setengah tahun ini, tapi kalau pasarnya, memang baru tiga kali jalan, ada 16 stan dengan makanan-makanan jaman dulu yang bisa dinikmati pengunjung,” sambungnya.

Seiring berkembangnya waktu, pasar ini diharapkan bisa mendapat banyak animo dari masyarakat. Sehingga tiap Minggu legi, Pasar Sarwono bisa ramai dikunjungi wisatawan lokal Undaan hingga luar kecamatan.

“Kami ingin mengenalkan pasar ini ke masyarakat luas, semoga nanti bisa merambah ke tempat main anak-anak hingga kegiatan-kegiatan lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, tambahan wahana tujuannya untuk menarik minat para pengunjung. Alas Jati Sewu yang merupakan wahana baru tersebut punya luas 1,5 hektare.

“Kalau untuk harga tiket masuk hanya Rp5 ribu per orang menjadi satu di loket pembayaran. Jadi bisa menikmati semua wahana yang ditawarkan di sini, di antaranya kolam renang anak dan Alas Jati Sewu,” terangnya.

Sementara Kepala Desa Wonosoco, Setiyo Budi berharap, Pasar Sarwono bisa meningkatkan perekonomian masyarakat warga Desa Wonosoco. Selain itu, destinasi wisata di Desa Wonosoco yang ada pun semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan pecinta wisata alam.

kudus
Kepala Desa Wonosoco, Setiyo Budi (Foto: Liputanbangsa.com)

‘’Dengan adanya Sarwono ini, tidak hanya untuk pengembangan wisata saja, namun juga meningkatkan perekonomian warga Wonosoco,’’ harapnya.

Setiyo Budi menambahkan, Desa wisata Wonosoco sendiri memang banyak potensi yang bisa diandalkan, “Potensi yang kita miliki banyak, dari Kesenian Wayang Klithik, kesenian khas Desa Wonosoco yang melegenda dan terus dilestarikan oleh warga, lalu destinasi wisata alam yang terdiri dari wisata goa, alas jati sewu, tebing lebon, sendang (sendang Dewot, sendang gading) dan wisata budaya, yakni petilasan, dengan pemandangan alam yang kita sajikan,” ujarnya.

Desa yang terletak di ujung selatan Kabupaten Kudus ini memang kaya dengan potensi wisata. Dari wisata alam, berupa Alas Jati Sewu, goa-goa alami, dan lahan berkemah. Pun wisata buatan: kolam renang anak, kebun binatang mini, jalur trekking, titik-titik swafoto, dan kendaraan ATV untuk berkeliling lokasi wisata.

kudus
Desa Wisata Wonosoco Kabupaten Kudus (Foto: Liputanbangsa.com)

Sejak dibuka Maret 2022 lalu,  lanjut Setiyo Budi, destinasi Pasar Sarwono sudah dikunjungi warga dari berbagai daerah, seperti Grobogan dan Demak. Mereka tertarik menikmati wahana outbond dan beragam spot foto yang menarik.

“Fasilitas pendukung wisata Alas Jati Sewu di antaranya ada spot foto dan outbond anak-anak. Kemudian pengelola juga menyediakan tiga ATV dan sepeda listrik,” jelasnya

Bagi pengunjung yang ingin mencoba ATV dengan berkeliling area wisata Desa Wonosoco, mereka  hanya cukup membayar Rp25 ribu untuk 30 menit. Sedangkan sepeda listrik Rp15 ribu per 30 menit.

“Jadi untuk ATV dan sepeda listrik ini bantuan dari Gubernur Jawa Tengah (Bangub),” pungkasnya.

kudus
Desa Wisata Wonosoco Kabupaten Kudus (Foto: Liputanbangsa.com)

Sementara itu, Gunodo, Ketua Kelompok Sadar Wisata  (Pokdarwis) Wonosoco menanggapi positif adanya pasar Sarwono, hal itu selain meningkatkan perekonomian warga, juga menambah khasanah destinasi wisata yang ada di Wonosoco.

“Itu cukup membantu untuk pendapatan (warga), khususnya yang mau ikut berpartisifasi dalam meramaikan atau berjualan di pasar Sarwono,” ujarnya. (Oke/lbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *