liputanbangsa.com – Lagu “Stecu Stecu” yang dinyanyikan oleh Faris Adam tengah menjadi fenomena viral di TikTok.
Banyak pengguna media sosial bertanya-tanya, apa sebenarnya arti dari kata ‘stecu’ yang unik ini?
Istilah ini, yang ternyata singkatan dari ‘stelan cuek’, menggambarkan sikap seseorang yang pura-pura cuek atau acuh tak acuh, biasanya untuk menjaga citra atau menguji keseriusan seseorang.
Lagu ini dirilis pada 5 Maret 2025 di kanal YouTube @FarisAdamOfficial dan kini telah ditonton lebih dari 54,1 juta kali di YouTube dan 3 juta kali di Spotify, menunjukkan popularitasnya yang luar biasa.
Lagu “Stecu Stecu” menceritakan dinamika pendekatan (PDKT) yang dibumbui dengan rasa gengsi. Seorang wanita yang menyimpan perasaan pada seorang pria, memilih untuk bersikap ‘stecu’ atau ‘stelan cuek’ untuk menguji keseriusan pria tersebut.
Liriknya yang catchy dan mudah diingat, seperti ‘Kalo memang cocok bisa datang ke rumah’, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendengar.
Kepopuleran lagu ini juga didorong oleh beberapa figur publik seperti Jennifer Coppen dan Justin Hubner yang ikut menggunakannya di media sosial mereka.
Fenomena ‘stecu’ ini tidak hanya sebatas lagu, tetapi juga telah memicu tren konten di TikTok.
Lebih dari 557 ribu video di TikTok menggunakan lagu ini sebagai background music.
Berbagai variasi konten, mulai dari dance challenge hingga video couple goals, membuat istilah ‘stecu’ semakin dikenal luas di kalangan anak muda.
Apa Itu ‘Stecu’? Pengertian dan Asal Kata
Secara harfiah, ‘stecu’ merupakan singkatan dari ‘stelan cuek’.
Istilah ini menggambarkan sikap seseorang yang sengaja bersikap cuek atau acuh tak acuh, biasanya untuk menjaga citra atau penampilan di depan orang lain.
Dalam konteks percintaan, ‘stecu’ sering diartikan sebagai strategi untuk menguji ketulusan perasaan seseorang.
Wanita dalam lagu “Stecu Stecu” menggunakan sikap ‘stecu’ untuk melihat seberapa besar usaha yang akan dilakukan pria tersebut untuk mendapatkan hatinya.
Asal usul istilah ‘stecu’ sendiri menarik untuk dibahas.
Meskipun menggunakan bahasa Indonesia, penggunaan kata dan gaya bahasanya terinspirasi dari bahasa daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang kemudian dipadukan dengan bahasa Indonesia sehari-hari.
Hal ini menambah keunikan dan daya tarik tersendiri bagi lagu tersebut.
Secara psikologis, sikap ‘stecu’ dapat diinterpretasikan sebagai mekanisme pertahanan diri atau cara untuk mengelola rasa gengsi dalam sebuah hubungan.
Sikap ‘stelan cuek’ ini juga mencerminkan dinamika percintaan anak muda masa kini.
Di satu sisi, ada keinginan untuk menjaga citra diri agar tidak terlihat terlalu mudah didapatkan.
Di sisi lain, ada harapan agar pasangan menunjukkan keseriusan dan usaha yang lebih untuk mendapatkan perhatian.
Makna ‘stecu’ pun menjadi sangat kontekstual, bergantung pada situasi dan interpretasi masing-masing individu.
Perlu dipahami bahwa sikap ‘stecu’ tidak selalu negatif. Terkadang, ini bisa menjadi cara untuk melindungi diri dari potensi kekecewaan.
Asal-Usul Lagu ‘Stecu Stecu’
Lagu “Stecu Stecu” diciptakan dan dinyanyikan oleh Faris Adam, seorang musisi yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Lagu ini pertama kali dirilis pada 5 Maret 2025 melalui kanal YouTube resminya, @FarisAdamOfficial.
Lagu ini memiliki durasi sekitar 3 menit 48 detik dan memadukan bahasa Indonesia dengan dialek Timor yang menambah cita rasa lokal pada lagu tersebut.
Inspirasi di balik lagu ini kemungkinan besar berasal dari pengalaman pribadi Faris Adam atau pengamatannya terhadap dinamika percintaan di sekitarnya.
Lagu ini berhasil menangkap esensi dari rasa gengsi dan dinamika pendekatan yang sering terjadi di kalangan anak muda.
Penggunaan bahasa daerah juga memberikan sentuhan unik dan autentik, membedakannya dari lagu-lagu pop pada umumnya.
Lagu ini juga mencerminkan budaya NTT yang kental dengan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal.
Penggunaan dialek Timor dalam lirik lagu menambah kekayaan budaya dan memperkaya khazanah musik Indonesia.
Fenomena Viral di Media Sosial
Kepopuleran “Stecu Stecu” di media sosial, terutama TikTok, sangat luar biasa. Lagu ini telah digunakan oleh lebih dari 557 ribu pengguna TikTok sebagai soundtrack dalam video mereka.
Kehadiran beberapa figur publik, seperti Jennifer Coppen dan Justin Hubner yang turut menggunakan lagu ini di media sosial mereka juga turut berkontribusi pada popularitasnya.
Selain versi aslinya, muncul juga berbagai versi lain dari lagu ini di TikTok, salah satunya adalah “Bapak Komplex.” Variasi ini menunjukkan kreativitas para pengguna TikTok dalam beradaptasi dan berkreasi dengan lagu tersebut.
Keberagaman konten yang menggunakan lagu ini, mulai dari dance challenge hingga video-video romantis, menunjukkan daya tariknya yang luas.
Popularitas “Stecu Stecu” juga terlihat dari jumlah penayangannya di berbagai platform.
Di YouTube, lagu ini telah ditonton lebih dari 54,1 juta kali, sedangkan di Spotify, lagu ini telah diputar lebih dari 3 juta kali.
Angka-angka ini menunjukkan betapa besarnya jangkauan dan pengaruh lagu ini di kalangan masyarakat.
Fenomena viral ini membuktikan kekuatan media sosial dalam menyebarkan sebuah lagu dan budaya.
Lagu “Stecu Stecu” tidak hanya menjadi tren musik, tetapi juga menjadi bagian dari budaya populer di kalangan anak muda.
Ini juga menunjukkan potensi besar musik daerah untuk mendapatkan pengakuan dan popularitas di tingkat nasional bahkan internasional.
Mengapa ‘Stecu Stecu’ Begitu Populer?
Beberapa faktor berkontribusi terhadap popularitas “Stecu Stecu.”
Pertama, irama lagu yang catchy dan lirik yang mudah diingat membuat lagu ini mudah melekat di telinga pendengar.
Liriknya yang sederhana namun relatable dengan dinamika PDKT anak muda masa kini juga menjadi daya tarik tersendiri.
Kedua, unsur budaya daerah yang unik dan menarik dalam lagu ini memberikan sentuhan berbeda dibandingkan lagu-lagu pop pada umumnya.
Penggunaan dialek Timor menambah kekayaan budaya dan memperkaya khazanah musik Indonesia.
Keunikan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pendengar yang mencari sesuatu yang baru dan berbeda.
Ketiga, faktor timing dan tren konten di media sosial juga berperan penting.
Lagu ini dirilis pada saat tren konten percintaan dan dance challenge sedang populer di TikTok.
Hal ini membuat lagu ini mudah diterima dan diadopsi oleh para pengguna TikTok.
Keempat, popularitas lagu ini juga didorong oleh figur-figur publik yang ikut menggunakannya di media sosial mereka.
Hal ini memberikan eksposur tambahan dan meningkatkan visibilitas lagu tersebut di kalangan masyarakat luas.
Â
(ar/lb)
Â

