liputanbangsa.com – Hari-hari pertama bagi muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa Ramadhan, biasanya memberikan euforia luar biasa, terutama dalam hal memilih makanan untuk berbuka puasa. Umumnya, orang cenderung menyiapkan berbagai makanan untuk disajikan saat puasa berakhir di waktu Maghrib.
Tak jarang mayoritas orang, khususnya masyarakat Indonesia menyajikan berbagai makanan ringan untuk berbuka puasa, seperti kolak atau makanan manis lainnya.
Karena keadaan perut yang lapar setelah seharian penuh berpuasa membuat kita seringkali kalap dalam berbuka puasa. Semua hidangan kita santap sehingga, perut kerap kali merasakan begah karena kekeyangan yang berlebih.
Alangkah lebih baiknya,meski berpuasa sehari penuh, asupan makanan yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan juga, supaya metabolisme tubuh tetap terjaga. Jadi, sebenarnya apa saja makanan terbaik yang bisa dikonsumsi saat berbuka puasa?
1. Kurma Di bulan Ramadan
Salah satu buah andalan yang sering disajikan di meja makan menjelang waktu berbuka puasa adalah kurma. Kurma adalah buah kering yang rasanya manis, berasal dari negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi yang sering dijadikan makanan ringan untuk berbuka puasa.
Dikutik dari halodoc.com, selain karena sunnah nabi, mengkonsumsi kurma juga sangat baik bagi tubuh. Serat yang terkandung di dalam kurma dapat membantu merangsang pencernaan makanan dan memastikan prosesnya berlangsung optimal.
Selain itu, kurma juga menjadi sumber energi yang baik karena dapat membantu mengembalikan kembali energi yang telah hilang selama beraktivitas terutama saat bulan puasa.
Tapi meskipun kandungan gula yang ada didalam kurma aman bagi penderita diabetes, tetap saja konsumsi kurma ini tidak boleh berlebihan karena segala sesuatu yang berlebihan tidak baik.

2. Makanan dan minuman rendah glikemik
Saat berbuka puasa, makanan dengan kandungan glikemik rendah dapat menjadi pilihan terbaik. Makanan atau minuman ini dapat membuat orang merasa kenyang lebih lama dan memberikan cara yang lembut bagi sistem pencernaan saat waktu berbuka puasa tiba.
Dikutip dari sehatq.com, makanan dan minuman dengan glikemik rendah, di antaranya bisa berasal dari roti gandum, sayuran seperti wortel, brokoli, kembang kol, dll.
Selain itu makanan dan minuman rendah glikemik bisa juga berasal dari kacang-kacangan, ubi, dan produk olahan susu.
3. Makanan dan minuman tinggi protein
Makanan atau minuman yang mengandung protein tinggi dapat membantu kita merasa kenyang. Dengan demikian, akan membantu kita tidak makan terlalu banyak selepas waktu berbuka puasa. Sebab, makan makanan yang terlalu banyak saat berbuka puasa, bisa mengejutkan sistem pencernaan yang telah beberapa jam tidak makan apapun sedari fajar.
Makanan tinggi protein yang bisa dimakan saat berbuka puasa, seperti. Kacang-kacangan, seperti almond Selai kacang Produk susu, seperti keju atau yogurt. Daging unggas, seperti ayam dan kalkun atau daging tanpa lemak, serta ikan, termasuk ikan cod atau salmon.
Kendati ada beragam bentuk puasa, termasuk yang dilakukan umat Islam di bulan Ramadan, yang mana orang tidak akan makan apa pun selama beberapa jam, namun agar dapat tetap sehat, maka penting untuk memerhatikan makanan yang dikonsumsi saat berbuka puasa.
(heru/lbi)

