SEMARANG, liputanbangsa.com – Gempa berkekuatan 7,8 SR yang mengguncang Turki dan Suriah pada 6 Februari 2023 lalu, mampu memancing aksi kemanusiaan masyarakat Jawa Tengah. Bantuan kemanusiaan sebesar Rp100 juta telah disiapkan Baznas Jawa Tengah dan bantuan dari perusahaan swasta serta para alumni yang pernah belajar di Suriah dengan total sejumlah Rp15 juta.
“Ini kita akan kirim. Tadi harapannya kita langsung dibawa oleh para masyayikh, akan tetapi beliau mengarahkan untuk diserahkan di kedutaan negara-negara tersebut, untuk bisa lebih mudah diakomodir satu pintu,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.
Sebelumnya, Taj Yasin menyampaikan duka yang mendalam kepada para korban gempa bumi di Turki dan Suriah yang mengalami guncangan besar hingga menyebabkan kerusakan bangunan dan ribuan nyawa melayang. Ucapan duka tersebut disampaikan Taj Yasin ketika menyambut ulama dari Suriah, Syekh Taufik Ramadhan Al Buthi dan Syekh Abdu Fattah Bizm, di Rumah Dinas Rinjani, Rabu (8/2).
“Dan kami tentu berdoa kepada kawan-kawan, saudara-saudara kita yang ada di negara Turki, maupun di negara-negara Syuriah, semoga diberi ketabahan, diberi kesabaran untuk melalui musibah yang melanda saudara-saudara kita di Turki dan Suriah,” ujarnya.

Atas peristiwa yang terjadi di Turki, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo turut berduka dan mendorong Pemerintah Indonesia untuk dapat mengirimkan bantuan dengan segera. Ia juga memonitor kabar dan informasi terbaru melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah.
Hingga saat ini Ganjar belum menerima kabar, apakah ada WNI asal Jawa Tengah yang turut menjadi korban dari Gempa di Turki. Dengan demikian, Gubernur Jawa Tengah itu terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri.
“Kami masih koordinasi terus menerus,” tutur Ganjar setelah mengikuti rapat koordinasi mingguan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian secara virtual, dari rumah dinasnya, Rabu (8/2).
Berdasarkan informasi dari Syekh Taufik Ramadhan Al Buthi, sebagian besar rumah warga Turki dan Suriah berbentuk rumah susun, sehingga banyak yang runtuh. Saat ini masih dilakukan upaya penyelamatan korban, karena masih banyak warga yang tertimpa bangunan. (afifah/lbi)

