UNGARAN, liputanbangsa.com – Pemkab Semarang melalui Badan Latihan Kerja (BLK) Semarang adakan pelatihan kerja secara gratis bagi para pencari kerja. Pelatihan tahap 1 2023 ini tidak dipungut biaya karena telah didanai oleh APBD dan APBN.
Usai acara pembukaan pelatihan tersebut, Kepala BLK Kabupaten Semarang Imam Siswanto di Aula Kantor BLK di Langensari, Ungaran Barat mengatakan, “Ada delapan paket pelatihan yang dibiayai APBN dan satu paket pelatihan operator garmen dengan sumber dana APBD,” terangnya, pada Kamis (9/2/2023).
Pelatihan yang dibiaya APBN ini berjumlah delapan jenis pelatihan dan diikuti oleh 128 peserta. Meliputi, pelatihan boga, tata rias, desainer grafis, service sepeda motor, Fillet Welder, dan asisten pembuat pakaian. Sementara itu, 16 peserta akan mengikuti pelatihan yang didanai oleh APBD, yakni operator garmen. Setiap pelatihan akan diberi durasi jam pelajaran 180 hingga 20 jam, setara dengan 18-30 hari.
“Khusus untuk pelatihan yang dibiayai APBN, akan mengikuti uji kompetensi sertifikasi profesi oleh Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Semarang. Sehingga, para alumni pelatihan akan memenuhi standar yang ditentukan Badan Nasional Sertifikasi Profesi,” ujar Imam.
Turut hadir juga Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Taufiqurahman yang mewakili Bupati Semarang, menyampaikan terdapat dua orang penyandang disabilitas yang mengikuti kegiatan pelatihan itu dan dinyatakan lulus seleksi pelatihan bersama peserta lainnya. Ia juga menghimbau para peserta untuk dapat mengikuti pelatihan dengan bersungguh-sungguh.
“Mereka lulus tes dan tidak ada kendala mengikuti pelatihan berdasarkan kurikulum nasional, yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Sementara itu, Pemkab Semarang berencana akan menggelar pelatihan difabel dalam kelas khusus. Taufiq menjelaskan para difabel sejumlah 20 orang akan dilatih bekerja mandiri. Selanjutnya, penempatan kerja, permodalan, hingga pemasaran hasil kerja akan diberikan kepada seluruh peserta dengan bekerja sama dengan Kementerian yang terhubung. (afifah/lbi)

