liputanbangsa.com – Seringkali orang-orang menahan kentut ketika di ruang publik, karena dianggap memalukan. Namun, jika ditahan terlalu lama juga dapat memicu bahaya. Dikutip dari Healthline, menahan kentut dapat menyebabkan kentut keluar dari mulut.
Maksud dari pernyataan di atas adalah sebagian gas yang ada di tubuh akan diserap kembali ke dalam sistem peredaran darah saat menahan kentut. Lalu, gas tersebut menuju ke paru-paru untuk melakukan pertukaran gas di sistem sirkulasi paru.
Efek yang timbul dari proses tersebut ialah, gas yang seharusnya keluar melalui bokong, malah keluar melalui pernapasan. Gas yang keluar tidak pada tempatnya ini lah yang membuat proses tersebut dikatakan kentut di mulut.
Namun, menahan kentut terlalu lama juga bisa sebabkan efek yang berbahaya bagi tubuh. Dikutip dari laman The Healthy, berikut beberapa efek menahan terlalu lama kentut yang bisa berbahaya pada tubuh:
- Nyeri
Efek yang paling umum dirasakan seseorang saat menahan kentut adalah rasa nyeri. Mengutip The Healthy, menahan kentut sama saja dengan meningkatkan tekanan di usus yang bisa terasa menyakitkan. Rasa sakitnya bisa berkisar dari rasa sakit biasa hingga tajam dan menusuk.
- Kembung
Kembung terjadi ketika gas terperangkap di dalam usus. Gas juga bisa membuat perut Anda buncit. Tidak hanya membuat Anda terlihat hamil, tetapi juga membuat Anda merasa tidak nyaman dengan pakaian dan tidak percaya diri.
- Divertikulitis
Kebiasaan menahan gas yang berulang kali dapat meningkatkan risiko divertikulitis. Divertikulitis adalah kondisi yang melemahkan di mana kantong di saluran pencernaan, biasanya di usus besar, mengalami infeksi. Saat mengalami ini, Anda bisa merasa nyeri, muntah, sembelit, bahkan nyeri perut.
- Kentut di mulut
Terkadang kentut seperti menghilang dengan sendirinya. Namun ternyata, kentut tidak benar-benar hilang, tapi berpindah. Gas yang seharusnya keluar, justru kembali terserap di tubuh dan mencari jalan keluar. Mulai dari membuat perut kembung, sendawa atau diembuskan dalam napas Anda. (afifah/lbi)

