liputanbangsa.com – Bangsa Palestina dianggap tak ada dan hanya gagasan kebangsaan yang muncul sebagai respons atas gerakan Zionis dalam mendirikan Israel, menurut Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich.
“Siapa raja Palestina pertama? Bahasa apa yang digunakan orang Palestina? Apakah pernah ada mata uang Palestina?” ucap Smotrich dalam pidatonya di Paris, seperti dikutip CNN, Selasa (21/3).
“Apakah ada sejarah atau budaya asli Palestina? Tidak ada apa-apa. Tidak ada yang namanya orang Palestina,” lanjut Smotrich yang merupakan seorang nasionalis sayap kanan Yahudi.
Smotrich mendapatkan kecaman dari Palestina akibat pernyataannya yang sangat rasial dan dianggap memalsukan sejarah. Lebih lanjut, mereka mengatakan bangsa mereka ‘sudah berada di tanah itu selamanya’
Pernyataan serupa juga dikeluarkan Faksi Hamas yang menilai respons Smotrich mencerminkan ‘kebijakan fasis dan penggusuran paksa Israel terhadap rakyat Palestina’.
Amerika Serikat (AS) juga mengecam pernyataan tersebut, melalui Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby ia mengatakan ketegangan antara Israel dan Palestina tak akan mereda dengan komentar yang diberikan Smotrich.
Kirby mengatakan bahwa pihaknya tak ingin melihat bentuk retorika apa pun yang bisa menghalangi penemuan solusi untuk kedua negara.
“Kami benar-benar keberatan dengan pernyataan semacam itu. Itu sangat tidak membantu dalam, sekali lagi, upaya meredakan ketegangan dan mencoba menemukan solusi dua negara yang layak untuk maju,” ucap Kirby.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI juga turut mengecam pernyataan Smotrich yang menolak eksistensi Palestina melaui pernyataan resmi Kemlu dalam unggahan media sosial pada Rabu (22/3). Pernyataan Smotrich dianggap mengingkari eksistensi Palestina serta tidak menghormati kedaulatan Yordania.
Indonesia akan konsisten mendukung perjuangan Palestina dan menghormati kedaulatan Yordania, menurut Kemlu dalam pernyataan tersebut.
“Indonesia mengecam keras sikap Menteri Keuangan Israel yang mengingkari eksistensi bangsa Palestina dan tidak menghormati eksistensi serta kedaulatan wilayah Yordania,” tulis akun resmi Twitter @Kemlu_RI.
“Indonesia terus konsisten mendukung perjuangan bangsa Palestina dan menghormati kedaulatan wilayah Yordania,” sambung pernyataan tersebut. (afifah/lbi)

