Motif Kebakaran Gerbong Kereta Stasiun Tugu Ternyata Ulah Pria Ini : Sakit Hati Diturunkan 9 Kali

JOGJA, liputanbangsa.com – Nekat, seorang pria berinisial M, nekat membakar gerbong kereta api yang terparkir di Stasiun Tugu Yogyakarta.

M, yang merupakan warga Jakarta itu melakukan aksinya karena sakit hati terhadap PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda DIY, Kombes Pol FX Endriadi, mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap M dilakukan dengan bantuan ahli bahasa isyarat karena ia merupakan penyandang disabilitas sensosrik.

“Yang bersangkutan ternyata disabilitas sensorik, tidak bisa berbicara. Kami dari tim lidik minta bantuan juru bahasa isyarat,” ujar Endriadi saat dihubungi, Kamis (13/03/2025).

Motif Pembakaran

Berdasarkan hasil pemeriksaan, M mengaku sakit hati terhadap PT KAI karena memiliki riwayat konflik dengan perusahaan tersebut.

Diketahui, M sedang menaiki kereta api tanpa tiket pada tahun 2023 dan 2024.

Karena itu, M beberapa kali diturunkan oleh petugas di stasiun berikutnya, yang kemudian menimbulkan rasa sakit hati.

“Yang bersangkutan sering naik kereta api tanpa tiket, 2023, 2024 ada beberapa kali. Sehingga sering diturunkan dari kereta, dia sakit hati,” tambahnya.

Berdasarkan keterangan beberapa kepala stasiun, M memang sering naik tanpa tiket dan diturunkan oleh petugas.

“Dari keterangan beberapa kepala stasiun, dia sering diturunkan karena tanpa tiket. Dari data yang kami terima, ada beberapa kali,” pungkas Endriadi.

 

Proses Penangkapan

Sebelumnya, polisi menangkap M sesaat setelah peristiwa kebakaran terjadi.

“Berdasarkan hasil olah TKP dan didukung keterangan labfor, Ditreskrimum Polda DIY dan Polresta Yogyakarta telah mengamankan satu orang laki-laki,” ujar Endriadi.

Pria yang berusia 17 tahun tidak memiliki pekerjaan dan merupakan warga Jakarta.

“Yang bersangkutan tidak punya pekerjaan. Jadi yang bersangkutan ini adalah warga di Jakarta,” katanya.

Enriadi menerangkan bahwa penangkapan dilakukan setelah analisis rekaman CCTV dan hasil investigasi laboratorium forensik menunjukkan kecocokan dengan tindakan M.

“Kita tangkap di daerah Malioboro sesaat setelah peristiwa kebakaran. Ada CCTV, ada hasil labfor, berkesesuaian semua, dan hasil keterangan dia juga,” jelasnya.

Menurut Endriadi, M awalnya membakar kertas kardus sebelum masuk ke dalam gerbong dan menggunakan api dari kertas tersebut untuk membakar bagian dalam kereta. Akibatnya, tiga gerbong kereta api terbakar.

“Yang bersangkutan melakukan pembakaran diduga dengan membakar kertas kardus berwarna cokelat menggunakan korek api, lalu masuk ke gerbong, kemudian api di kertas itu digunakan untuk membakar gerbong tersebut,” ungkapnya.

Kini, M telah diamankan oleh pihak kepolisan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna menentukan langkah hukum berikutnya.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *