liputanbangsa.com – Paguyuban Warga Pasundan (PWP) Pusat Gorontalo ciptakan suasana Pasundan dengan gunakan konsep wisata budaya dan kuliner Sunda di Desa Bandungrejo Kecamatan Boliyohuto Kabupaten Boalemo Gorontalo.
Dihuni oleh banyak warga Sunda yang tinggal di Gorontalo, membuat wisata tersebut diselenggarakan di Desa Bandungrejo. Desa ini konon didirikan oleh suku Jaton atau Jawa Tondano, etnis campuran suku Jawa, Sumatera, Banjar, Arab, dan Minahasa.
Wisata tersebut dapat dinikmati oleh semua pengunjung, tidak hanya masyarakat Sunda yang ada di Gorontalo saja. Untuk menindaklanjuti, Adnan selaku Ketua PWP Pusat Gorontalo telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pariwisata Gorontalo, Ariyanto Husain.
Pada Milangkala ke-28 PWP Pusat Gorontalo di Kabupaten Bone Bolango Adnan menyampaikan, Â “Desa Bandungrejo dipilih karena masih kental dan lestari-nya kesenian dan budaya Sunda,” ujarnya (29/1).
Beragam kesenian yang bisa dinikmati di sana antara lain pencak silat, tari jaipong, reak sunda, debus dan berbagai kesenian lainnya. “Program lainnya adalah pagelaran kuliner nusantara, salah satunya adalah kuliner Sunda yang sangat variatif dan merakyat,” ucap Adnan.
Atas diselenggarakannya wisata budaya dan kuliner Sunda di Desa Bandungrejo, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Gorontalo Yusnan Ahmad berharap PWP Pusat Gorontalo dapat menampikan ragam kesenian Sunda, wayang golek, dan kesenian lainnya.
Selain itu, Yusnan mengajak PWP untuk berpartisipasi dalam pentas seni tahunan yang dikemas daam seni dan budaya campur sari. (afifah/lbi)

