SULAWESI, liputanbangsa.com – Sebuah video menayangkan penumpang pesawat Lion Air histeris saat mengetahui emasnya dicuri dari dalam koper di Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi sorotan viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, penumpang perempuan itu membuka kopernya untuk memperlihatkan kepada orang-orang yang ada di sekitarnya.
Menurut dia, salah satu pengaman koper tersebut sudah dalam keadaan terbuka yang kemudian membuatnya curiga.
Lalu, penumpang Lion Air itu menunjukkan sebuah kotak tempat perhiasan berwarna pink di dalam koper.
Tetapi, perhiasan di dalam kotak itu sudah raib dicuri oleh maling.
Lantas, seperti apa peristiwa selengkapnya?
Kronologi Kejadian

Humas Bandara Haluoleo Kendari, Nurlansah membenarkan bahwa video viral pencurian emas milik penumpang Lion Air terjadi di bandara itu.
Kendati demikian, Nurlansah menegaskan bahwa pencurian tidak terjadi di Kendari, melainkan di Bandara Hasanuddin, Makassar.
Adapun, korban adalah penumpang Lion Air JT992 rute Makassar-Kendari berinisial ADJ (23).
“Jadi saat hari peristiwa tersebut, pihaknya menerima laporan dugaan kehilangan perhiasan berupa cincin dan gelang emas dari koper,” kata Nurlansah, Senin (10/2/2025)..
Setelah menerima laporan tersebut, lanjut Nurlansah, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Avsec (Aviation Security), Ground Handling Kendari, serta pihak maskapai Lion Air.
Setelah itu, proses penyelidikan dilanjutkan oleh pihak Kepolisian Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Berdasarkan hasil investigasi sementara, dugaan kehilangan diduga terjadi di apron Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebelum pesawat tiba di Kendari.
“Kami tegaskan bahwa Bandara Haluoleo berkomitmen penuh dalam menjaga keamanan penumpang serta bagasi, dan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kasus ini segera terselesaikan dengan baik,” tutupnya.
Peristiwa pencurian emas ini bermula ketika ADJ menolak untuk menyerahkan koper berisi barang-barang berharganya seperti perhiasan emas dan laptop untuk disimpan di bagasi.
Kendati demikian, pihak bandara pada penerbangan tersebut memaksa koper miliknya untuk dimasukkan ke dalam bagasi.
Setibanya di Bandara Haluoleo Kendari, korban baru menyadari bahwa sejumlah perhiasan emas, seperti cincin emas seberat 1,85 gram, gelang emas seberat 2,98 gram, dan jam tangan hilang dari dalam koper.
Ia pun langsung histeris, marah-marah, dan mengungkapkan kehilangan tersebut kepada petugas bandara yang ada di lokasi.
Korban menunjukkan kotak perhiasan yang kosong kepada petugas, sembari mengungkapkan bahwa perhiasannya telah dicuri.
Polisi Amankan 4 Porter Lion Air
Kapolsek Ranomeeto AKP Muh Ansar menyatakan bahwa setelah mendapatkan laporan, pihaknya segera melakukan kroscek ke Bandara Haluoleo Kendari untuk memastikan dugaan pencurian.
“Kami kroscek kepada pihak Bandara Haluoleo lewat humasnya, dan kami sudah dapat informasi bahwa memang ini ada tindakan pidana pencurian. Kopernya memang dicongkel dari bandara sebelumnya,” ujar Ansar.
Pihak kepolisian kemudian mengamankan empat karyawan Lion Air yang bertugas sebagai porter di Bandara Hasanuddin Makassar.
Keempatnya kini masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak berwenang di Polsek Maros.
“Mereka masih dalam proses pemeriksaan,” kata Ansar.
“Dugaan tindak pidana ini terjadi hari Sabtu 8 Februari 2025, diperkirakan kopernya di lambung pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 992 dan tiba di Bandara Haluoleo pada sore,” jelasnya.
Adapun, barang berharga milik ADJ yang hilang meliputi:
Cincin emas seberat 1,85 gram
Gelang emas seberat 2,98 gram
Jam tangan warna hitam
Klarifikasi Lion Air
Sementara itu, Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro menyampaikan pihaknya telah menerima laporan kehilangan barang berharga salah seorang penumpang dalam penerbangan Makassar-Kendari penerbangan JT-992, Sabtu (11/2/2025) lalu .
Saat ini, pihaknya telah melakukan investigasi mendalam untuk mengidentifikasi penyebab kejadian dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
“Kami berkomitmen untuk memberikan rekomendasi dan solusi yang tepat sesuai dengan prosedur dan kebijakan yang berlaku,” sebutnya.
Ia pun menghimbau pelanggan untuk selalu menyimpan barang berharga di bagasi kabin dan mengawasinya secara langsung selama perjalanan, sesuai dengan ketentuan yang telah disosialisasikan.
“Kami akan memberikan update lebih lanjut setelah proses investigasi selesai,” tutupnya.
(ar/lb)

