11 Hari Pilot Susi Air Disandera KKB, TNI Masih Upayakan Dialog untuk Penyelamatan – Liputan Online Indonesia

Pilot Susi Air Masih Disandera KKB, TNI Masih Upayakan Dialog untuk Penyelamatan - Liputan Online Indonesia. Foto: dok.tribunnews

liputanbangsa.com Sudah 11 hari Pilot pesawat Susi Air Kapten Philip Max Marthin dibawa oleh KKB Pimpinan Egianus Kogoya, upaya penyelamatan yang dilakukan TNI saat ini masih mengedepankan dialog.

Sebelumnya, pesawat Susi Air yang dikendarai oleh Kapten Philip Max Marthin dibakar  di Bandara Paro, Nduga, Papua, Selasa (7/2) oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Muhammad Saleh Mustafa mengatakan upaya penyelamatan Philip yang sedang dilakukan pihaknya.

“Masih dilakukan pendekatan dialog atau soft approach yang dilakukan oleh tokoh agama, tokoh masyarakat dan Pemerintah Daerah Nduga,” tuturnya melalui keterangan video yang dibagikan.

Jika pendekatan dialog yang belum diketahui batas waktunya itu tidak membuahkan hasil, aparat akan melakukan upaya penegakan hukum, menurut  Saleh.

“Saya tidak bisa putuskan atau sampaikan batas waktunya di sini, karena ini suatu hal yang harus kita dirahasiakan. Tetapi saya sampaikan, apabila tiba waktunya, maka TNI-Polri akan melakukan tindakan penegakan hukum secara terukur, terpilih serta terarah,” tandasnya.

“Namun mengingat waktu sudah berjalan beberapa hari, kami dari aparat TNI-Polri juga punya standar operasi yang harus dijalankan dalam upaya penegakan hukum, agar persoalan ini tidak berlarut, yaitu ada batas waktunya,” tambahnya.

Ia memastikan telah menyiapkan anggota terbaiknya pada tim gabungan TNI-Polri dalam melakukan tindakan penegakan hukum tersebut.

“Kita sudah bekali dan sudah diberikan arahan tentang hal-hal yang harus dilakukan dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan, antara lain penegakan HAM,” kata dia.

Sebelumnya, KKB merilis foto dan video yang menunjukkan kondisi Philip yang sedang dikawal oleh sejumlah pasukan KKB lengkap dengan senjata api dan panah.

Dalam salah satu video Philip menyampaikan pesan, “Papua OPM menangkap saya untuk Papua Merdeka.”

“Kelompok Papua menangkap saya dan mereka berjuang untuk kemerdekaan Papua. Mereka minta agar militer Indonesia pulang dan jika tidak mereka tetap menahan saya dan keselamatan saya akan terancam,” ujar Philip menambahkan. (afifah/lbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *