liputanbangsa.com – Puluhan orang tidak dikenal (OTK) menyerang dan merusak posko salah satu ormas di Kota Semarang pada Kamis (3/8) malam.
Dua posko ormas rusak dan 3 orang warga terluka karena dianiaya akibat kejadian itu.
“Tadi malam terjadi perusakan terhadap dua pos milik Ormas tertentu di Kota Semarang di Semarang Selatan dan Ngaliyan,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar di kantornya, Jumat (4/8).
“Sebelumnya terjadi kasus penganiayaan dan perampasan yang terjadi di eks terminal Penggaraon dan pasar buah. Ada 4 TKP,” tambah dia.
Irwan menjelaskan, puluhan orang itu pertama kali beraksi di karaoke dekat terminal Penggaron dan Pasar Buah sekitar pukul 01.00 WIB.
Mereka mencari anggota ormas tersebut, dan berakhir menganiaya tukang parkir dan pengunjung karaoke.
“Jadi ada penganiayaan dan perampasan handphone pengunjung,” jelas dia.
Peristiwa selanjutnya terjadi di Pasar Wonodri, gerombolan itu merusak posko dan merusak 2 motor yang ada di sana.
Kemudian, di Ngaliyan gerombolan itu merusak bangunan dan barang-barang di bangunan posko ormas tersebut.
“Dari keterangan saksi yang didapatkan baik di pasar buah kemudian terminal Penggaron dan di sekitar saksi di Semarang Selatan dan Ngaliyan pelakunya sampai saat ini orang yang tidak dikenal. Tapi jumlahnya kurang lebih sama, sekitar 50-an motor, yang disampaikan saksi. Diduga kuat orang yang sama di empat titik,” tegas Irwan.
Sementara itu, Mochtar, Korlap ormas Pemuda Pancasila (PP) di Posko Ngaliyan yang ikut menjadi korban, mengaku bingung dengan penyerangan ini.
Sebab dirinya merasa tidak memiliki masalah dengan orang-orang di wilayahnya.
“Kita tidak tahu persis, karena di sini itu aman-aman saja. Ini kita tak ada perselisihan dengan pihak mana pun,” ucap Mochtar.
“Jam 03.00-an saya dikabari, 03.40 dari PP juga ada kabar bahwa Mako sudah hancur berantakan. Dari pihak mana pun (pelakunya) kita tidak tahu itu. Kalau untuk orangnya saya sendiri tidak tahu, karena baru dikabari sesudah kejadian,” kata Mochtar.
(ar/lb)

