liputanbangsa.com – Kawasan Monumen Nasional (Monas) bakal direvitalisasi pada April 2023 setelah menyiapkan operasional dan rapat dengan Kementerian Sekretariat Negara.
Kabar itu, diumumkan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang mengatakan, revitaslisasi Monas ini turut menggandeng Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan revitalisasi Monas ini dilakukan dengan menambahkan ruang terbuka hijau. Selain itu, akan dibuat Amfiteater atau ampiteater yang terbuat dari rumput di kawasan Monas.
“Jadi seperti yang saya sampaikan kita memfinalkan rencana penataan mungkin bukan penataan ya, penyempurnaan peningkatan penghijauan di Monas ini, untuk lebih nyaman sebagai ruang terbuka bagi masyarakat karena akan ada Amfiteaternya yang dari rumput tapi kita sangat kurangi betonnya,” kata Menteri Basuki.
Basuki menambahkan, masterplan atau konsep perencanaan tata ruang rencana revitalisasi di Monas yang akan dibuat telah rampung didesain.
“Jadi kita siap sudah selesai tadi didesain semua, masterplan-nya sudah siap,” imbuhnya.

Masterplan itu, bakal dibawa terlebih dahulu ke Dewan Pengarah Penataan Kawasan untuk didetailkan desainnya. Basuki menyebut Dewan Pengarah Penataan Kawasan sendiri diketuai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.
“Ini masterplan akan juga kita bawa ke Dewan Pengarah Penataan Kawasan yang diketuai bapak Mensesneg untuk disepakati, kemudian didetail desain dan akan segera kita laksanakan di 2023 ini,” kata dia.
Rencana revitalisasi ini dilakukan dengan konsep penghijauan dengan menambah sekitar 300 pohon baru. Hal itu, diunkapkan oleh Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Jakarta Afan Adriansyah.
Lokasi penambahan jalur hijau dilakukan secara bertahap di beberapa lokasi, di antaranya empat sisi silang Monas, parkir IRTI, dan Lenggang Jakarta. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan lokasi pengalihan selama proses revitalisasi.
Afan menuturkan amfiteater, rencananya akan dibangun dengan metode terasering dan akan difungsikan untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka serta sebagai ruang berkumpul publik di area tengah.
“Kita siapkan amfiteater, jadi kayak terasering berundak yang akan dikasih rumput. Sehingga orang bisa duduk di rumput, memandang Monas, lalu nanti bisa juga melihat video mapping yang saat ini sedang dikerjakan Dinas Pariwisata,” kata Afan.
Afan menegaskan, proses penataan Monas akan dimulai pada April 2023, setelah menyiapkan operasional dan rapat dengan Kementerian Sekretaris Negara dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN yang diperkirakan menelan dana Rp 100 miliar.
“Kita selesai (penataan) maksimal pertengahan tahun depan (2024), startnya di bulan 7 (Juli) dan 8 (Agustus) untuk tahap 1. Untuk anggaran kita kolaborasi dari APBD serta APBN. Ada dari penyelesaian sanksi kewajiban dan lain-lain,” kata dia.
(heru/lbi)

