LULUSAN fisioterapi tidak menjamin berprofesi menjadi fisioterapis. Hal itu yang dirasakan oleh Retno Asmawati, lulusan dari Program Studi Fisoterapi UMS ini buktinya.
Perempuan yang akrab disapa Retno ini kini justru sukses menjadi penjual soto yang miliki omzet puluhan juta. Impian menjadi fisioterapis tak lagi dipikirkannya setelah mendapat penolakan dari orang tuanya sendiri.
“Mungkin maksud dari orang tua tidak memperbolehkan saya menjadi fisioterapis ya ini, mereka ingin anaknya menjadi pengusaha yang dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain,” tuturnya, belum lama ini.
Usaha yang dirintis bersama sang suami justru memberi kebahagiaan sendiri bagi keluarganya. Bahkan kini ia telah memiliki sembilan karyawan yang ikut membantu berjualan.
“Setelah beberapa tahun menikah akhirnya saya ikut suami dan mulai usaha membangun warung soto ini,” ujarnya.
Melalui jualannya tersebut pula, ia bisa berbangga hati karena warung soto miliknya pernah disinggahi oleh orang nomor satu di Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Tak disangka usaha dengan nama Soto Segar Seger Salatiga ini semakin hari semakin ramai pengunjung.
“Awal dibangun ini merupakan pengalaman kerja dari suami yang dulunya bekerja di warung soto Hj.Fatimah Boyolali,” akunya.
Retno mengenang pengalamannya saat masih menjadi fisioterapis yang hanya mendapatkan gaji yang bisa digunakan untuk makan sehati-hari. Tak menyesali akan keputusan yang diambil untuk berhenti dari pekerjaan tersebut.
“Sekarang samgat bersyukur karena usaha yang sekarang bisa dapat omset jutaan. Harapannya kedepan ingin membuka cabang baru dan menambah karyawan agar dapat memperkecil pengangguran di desa,” tutupnya. (luk/lbi)

