Tingkatkan Budaya Literasi dengan Pojok Baca Digital – Liputan Online Indonesia

ByWeb Support

25 Januari 2023

[ad_1]

KUDUS, liputanbangsa.com – Pemerintah Kabupaten Kudus meresmikan Pojok Baca Digital (Pocadi) di Mal Pelayanan Publik (MPP) setempat pada Selasa (24/1). Keberadaan Pocadi ini menjadi cerminan dari perpustakaan era digital. Tak hanya buku-buku, disana juga disediakan sarana prasarana digital meliputi smart TV, komputer/ PC all in one, dan tablet.

Bupati Kudus HM Hartopo mengapresiasi terkait digitalisasi literasi ini. Terlebih hal tersebut menjadi upaya meningkatkan budaya literasi masyarakat Kudus. Selain itu, dengan adanya Pocadi ini dapat mendorong semangat warga utamanya anak-anak untuk rajin belajar.

“Selama ini kan yang dibaca medsos terus, dengan adanya semacam pojok baca ini saya kira generasi kita ini bisa lebih suka. Sehingga budaya literasi dapat meningkat, dan harus terus ditingkatkan,” tuturnya.

GIAT: Bupati Kudus Hartopo nampak tengah mencoba akses perpustakaan digital di pojok baca digital, mall pelayanan publik, Selasa (24/1).

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kudus Sancaka Dwi Supani melalui Pustakawan Ahli Muda dan Subkor Pembinaan, Pengawasan, dan Pengembangan Ninik Mustikawati menjelaskan, Pocadi ini ditempatkan di MPP dengan tujuan untuk memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan minat baca masyarakat secara luas.

Pocadi ini menyediakan berbagai akses literasi. Terdapat 700 eksemplar buku bacaan, buku digital yang sudah diinstal di komputer dan tablet, serta permainan edukasi di tablet. Buku digital yang terinstal berasal dari iPusnas (perpustakaan digital milik Perpusnas) dan iKudus (perpustakaan digital milik Perpusda Kudus).

“Kalau di iPusnas tentu ada ratusan ribu eksemplar, tapi kalau iKudus sendiri ada sekitar 406 eksemplar. Dan kedepannya akan terus bertambah,” ujarnya.

RESMI: Bupati Kudus Hartopo melakukan pemukulan gong dalam rangka pelaunchingan pojok baca digital, Selasa (24/1/23).

Disamping itu, Pojok baca digital ini merupakan bantuan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Dinarpus mengajukan proposal sebagaimana yang disampaikan, ditandatangani oleh Bupati dan disetujui oleh Perpusnas. Bantuan yang diberikan sudah sepaket dengan sarana prasarananya, nilainya kurang lebih sekitar Rp 200 juta. (mey/lbi)

[ad_2]
Beranda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *