Uji Lab Suplemen Lokal Ternama, Dokter Ini Malah Disomasi

liputanbangsa.comDokter sekaligus konten kreator fitness, Dr. Brian Yeremia, tengah menjadi sorotan publik setelah mengunggah video edukatif yang justru berujung somasi dari dua brand suplemen lokal ternama sebut saja Brand B dan Brand D.

Dalam video viral berdurasi beberapa menit yang diunggah di akun media sosial pribadinya, Dr. Brian memaparkan hasil uji laboratorium independen terhadap lima merek whey protein lokal.

Hasil pengujian tersebut mengejutkan publik: dua produk diduga terdeteksi mengandung zat yang tidak sesuai label.

Menurut hasil yang dipaparkan, salah satu produk (Brand D) diduga mengandung sekitar 7% Kreatin tanpa pernyataan jelas di komposisi, indikasi kuat dari praktik amino spiking taktik yang digunakan untuk memanipulasi kandungan protein dengan zat tambahan.

Baca Juga : Jokowi Sebut RI Kekurangan Dokter Spesialis, Duduki Ranking 147 Dunia

Produk lainnya (Brand B) diduga mengandung soy (kedelai) tanpa mencantumkannya di label maupun peringatan alergen.

Hal ini sangat fatal, terutama bagi konsumen yang alergi terhadap kedelai.

Bukannya memberikan klarifikasi atau bertanggung jawab, kedua brand ini justru menempuh langkah intimidatif: mengirimkan somasi hukum kepada Dr. Brian.

Dalam klarifikasinya, Dr. Brian menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menyerang brand manapun.

Ia hanya menyampaikan hasil data uji lab demi kepentingan edukasi konsumen.

“Gue terpaksa ya untuk cerita di sini karena niat baik gue untuk edukasi kalian… diintimidasi dengan somasi,” ujar Brian dalam video tersebut, menyiratkan kekecewaannya.

Somasi Datang, Mediasi Ditolak

Pihak Brand D membantah bahwa somasi mereka bersifat intimidatif.

Lewat unggahan resmi, mereka menyatakan telah mencoba menjalin komunikasi dengan Dr. Brian untuk mediasi.

“Kok diajak ketemu untuk ngobrol doi menghindar terus ya. Malah narasinya jadi kemana-mana,” tulis akun resmi Brand D.

Brand D juga meluruskan kabar bahwa mereka melayangkan hingga tiga somasi dan menuntut Rp 10 miliar.

“Kita hanya kirim satu surat somasi, isinya ajakan mediasi. Nggak ada tuh yang namanya angka-angka fantastis,” ujar salah satu perwakilan mereka.

 

Dukungan Netizen

Pasca kasus ini viral, akun TikTok dan Instagram Dr. Brian dibanjiri dukungan.

Salah satu videonya bahkan menyentuh angka lebih dari 26 ribu likes hanya dalam waktu singkat.

Banyak netizen memuji keberaniannya mengungkap fakta, meski harus berhadapan dengan tekanan hukum dari brand besar.

“Berani banget dok, salut gak takut lawan brand besar,” tulis seorang pengguna TikTok.

Yang lain menimpali, “Terima kasih sudah jujur demi kami konsumen. Tetap semangat, kami dukung!”

Di Instagram, komentar senada turut bermunculan. Banyak yang mengecam sikap perusahaan yang dianggap anti-kritik dan tidak terbuka terhadap masukan.

 

Akankah Industri Suplemen Berbenah?

Kisah ini menyoroti satu hal penting: hausnya konsumen akan transparansi di industri suplemen.

Edukasi berbasis data yang dilakukan oleh Dr. Brian dipandang sebagai langkah positif yang seharusnya mendorong produsen untuk lebih jujur dan terbuka terhadap publik.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi industri suplemen lokal.

Perusahaan tidak bisa transparan terhadap kandungan produknya sendiri, bagaimana mungkin publik bisa percaya?

Langkah hukum terhadap edukator seperti Dr. Brian justru memperjelas bahwa yang ditakuti brand-brand ini bukan kerugian finansial, tapi kebenaran.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *