Telat Bangun Sahur, Apa yang Seharusnya Kita Makan? – Liputan Online Indonesia

Telat Bangun Sahur, Apa yang Seharusnya Kita Makan?Telat Bangun Sahur, Apa yang Seharusnya Kita Makan?. Foto: dok.youtube.com

liputanbangsa.com – Telat bangun sahur jadi masalah bagi sebagian orang di bulan Ramadhan. Akibatnya, makan sajian sahur jadi tak karuan karena diburu waktu imsak. Tak jarang justru perut melilit atau terasa sakit karena makan terburu-buru.

Lantas, bagaimana solusinya? Apakah ada makanan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi jika telat bangun sahur?

Sahur sendiri memang membutuhkan sedikit adaptasi. Tak sedikit orang yang telat bangun untuk sahur di masa awal puasa karena belum terbiasa kembali.

Alih-alih menyantap menu sahur dengan terburu-buru, sebaiknya kita justru disarankan mengonsumsi makanan atau minuman padat energi saat bangun berdekatan dengan waktu imsak.

Salah satunya menu sahur yang bisa dipilih adalah minuman sari buah. Minuman ini, mengandung serat dan mengandung padat energi serta mudah dicerna.

Sari Buah Bisa Menjadi Alternatif Menu Ketika Telat Sahur
Sari Buah Bisa Menjadi Alternatif Menu Ketika Telat Sahur. Foto: dok.gentlemansgazette.com

Selain sari buah,  rekomendasi lainnya adalah dengan mengkonsumsi sari kacang hijau, susu, atau makanan cair lainnya.

Dikutip dari detik.com selain sari buah kita dapat mengkonsumsi kurma sebab dengan makan beberapa butir kurma tanpa dimasak atau disiapkan, kamu bisa langsung merasa kenyang setelah makan kurma.

Kurma mengandung gula alami yang bisa memberi dorongan energi. Kurma juga tinggi serat sehingga bisa membuat perut kenyang lebih lama.

Untuk jaga-jaga jika waktu kepepet, disarankan agar kita menyediakan makanan dan minuman di atas selama bulan Ramadhan jika dibutuhkan dalam kondisi mendesak seperti telat bangun sahur.

Yang perlu digarisbawahi disini yaitu konsumsi sari buah harus dilakukan dalam jumlah yang cukup, tidak lebih dan tidak kurang. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan tubuh selama menjalani puasa seharian.

Jika telat sahur dan hanya bisa mendapatkan sedikit asupan makanan, kita juga disarankan untuk membatasi aktivitas harian yang terlalu banyak mengeluarkan energi.

Dengan begitu, diharapkan kita tak perlu ‘balas dendam’ saat berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak dan tak terkontrol.
(heru/lbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *