liputanbangsa.com – Arab Saudi putuskan tidak akan membangun hubungan diplomatik resmi dengan Israel selama Palestina belum diakui dunia. Pernyataan tersebut keluar dari Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud pada Selasa, (24/1).
“Kami telah katakan secara konsisten, kami meyakini normalisasi hubungan dengan Israel adalah sesuatu yang sangat menarik di kawasan, namun normalisasi sejati dan stabilitas sejati hanya akan terlahir dengan memberikan Palestina harapan dan martabat,” jelas Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud dalam sebuah wawancara.
Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud berikan syarat pada Israel jika ingin membangun kerjasama dengan Arab Saudi. Menjadikan Palestina sebagai negara yang merdeka merupakan syarat yang diberikan Menteri Luar Negeri Arab Saudi ini.
Sebelumnya Israel telah melakukan normalisasi dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko 2020. Kesepakatan tersebut dinamai Abraham Accords dengan ditanda-tangani dalam upaya normalisasi hubungan diplomatik mengatur perihal kesepakatan ekonomi dan pertukaran dukungan sosial.
Usaha keras telah dilakukan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Arab Saudi. Netanyahu bertemu dengan Penasehat Keamanan Gedung Putih Jake Silivan pada Kamis lalu 19 Januari 2023. Salah satu topik diskusi dalam pertemuan itu adalah mengenai upaya melakukan terobosan dengan Arab Saudi. (afifah/lbi)

