liputanbangsa.com – Resmi dipinang oleh konglomerat Thailand Oak Phakwa pada Rabu (1/3), penampilan Nong Poy di hari pernikahannya turut mencuri perhatian dalam balutan budaya khas peranakan.
Pengantin melaksanakan serangkai tradisi yang menambah kesakralan pernikahan, karena mengambil tema Phuket Baba Wedding atau pernikahan khas peranakan.
Bergaya neoklasik, pernikahan ini dilaksanakan di tengah Kota Tua Phuket yang dibangun pada 1930an. Kota Tua yang identik dengan sejarah menjadi kembali tampak hidup dengan adanya pernikahan ini.
Nong Poy mengenakan busana menyerupai jubah khas pengantin peranakan Tionghoa di masa lampau dari Museum Mesh.

Gaun berhiaskan bulu kelinci yang disulam motif poppy emas ini merupakan simbol dari ingatan, harapan dan kedamaian untuk masa depan menurut adat peranakan. Selain itu, guan jubah tersebut terbuat dari sutra Prancis koleksi lawas milik desainer yang dipotong dengan kerah tinggi dan lengan lipit.
Jika dilihat lebih teliti, gaun Nong Poy memiliki tiga potong bros berlian sebagai pengganti kancing. Gaun tersebut dipadukan dengan sarung bermotif emas. Penampilan sarung pada penampilan Nong Poy turut mencuri perhatian.

Selain gaunnya, penampilan sarung yang digunakan Nong Poy juga ikut menarik perhatian. Menggunakan kain asli batik Jawa yang digunakan di keraton di masa lampau, turut memperkuat penampilan vintage Nong Poy di hari pernikahannya
Di hari pernikahannya, Nong Poy juga kenakan aksesoris milik nenek sang pengantin pria. Hal itu semakin melengkapi penampilan adatnya.
Diketahui Nenek Oak Phakwa memberikan satu set perhiasan kepada Nong Poy untuk dikenakan di hari pernikahannya.

Aksesoris tersebut meliputi perhiasan emas dan batu mulia yang diberikan telah berusia ratusan tahun. Tidak hanya itu, Nong Poy juga mengenakan anting berlian yang dulunya merupakan milik keluarga kerajaan Portugis. Serta kalung berlian kuno Chao Chom Uan yang dianugerahkan oleh Raja Rama V.
Mahkota bunga atau Hua Kuan yang dibuat ulang secara rumit juga dikenakan oleh Nong Poy. Semua menggunakan emas yang dikerjakan oleh Kelompok Kerajinan Kuno, Provinsi Ranong. Dengan waktu 3 bulan, mahkota yang dihiasi oleh tali emas dan disulam dengan mutiara Phuket, berlian, dan permata ini dapat diselesaikan. (afifah/lbi)

