SEMARANG, liputanbangsa.com – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Semarang mengadakan “Dialog Kebangsaan” pada Senin, (18/9/2023).
Kegiatan mengusung tema Penguatan Wawasan Kebangsaan Mahasiswa Penghayat Kepercayaan, menjadi langkah penting dalam memperkuat pemahaman mahasiswa tentang peran keberagaman dalam memperkuat jati diri bangsa.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jateng, Haerudin, S.H., M.H turut hadir sebagai pembicara.
Ia menekankan bahwa keberagaman adalah salah satu elemen kunci yang membentuk karakter bangsa.
“Indonesia memiliki beragam suku, agama, budaya, dan kepercayaan, yang harus kita jadikan sumber kekuatan dalam menghadapi tantangan zaman,” ujar Haerudin.

Turut juga hadir Ir. Widya Wijayanti, M.P.H., MURP sebagai pegiat budaya dan Ir. Sumarwanto, M.T penasehat MIKI (Mahasiswa Penghayat Kepercayaan Indonesia).
Kehadiran mereka sebagai narasumber turut memperkaya diskusi dan memberikan sudut pandang yang beragam terkait keberagaman dan kebangsaan.
Mahasiswa dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa dari kelompok penghayat kepercayaan yang hadir dalam dialog ini dengan antusias berpartisipasi dalam diskusi.

Mereka berbagi pengalaman dan pemikiran tentang bagaimana menjaga toleransi, harmoni, dan kerukunan dalam masyarakat yang majemuk.
Widya mengapresiasi semangat dialog yang terjalin.
“Penting bagi kita untuk memahami peran penting keberagaman dalam memperkuat jati diri bangsa dan menghargai perbedaan sebagai kekayaan,” ujarnya.
“Kita harus bekerja sama untuk membangun Indonesia yang berlandaskan persatuan dalam keragaman. Mahasiswa memiliki peran besar dalam menjaga semangat kebangsaan ini.” imbuh Sumarwanto.
Haerudin berharap bahwa semangat dialog dan kerja sama ini terus berkembang dan menginspirasi generasi muda untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dalam memajukan bangsa yang besar.
(ar/lb)

