Kasus Covid-19 di Malaysia Alami Kenaikan Jelang Lebaran – Liputan Online Indonesia

malaysiaKasus Covid-19 di Malaysia Alami Kenaikan Jelang Lebaran. Foto: dok.greenwipes.com.my

liputanbangsa.com – Malaysia mencatat peningkatan penularan Covid-19 yang signifikan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H.

Menurut data Kementerian Kesehatan Malaysia, jumlah penularan Covid-19 meningkat 87,5 persen dalam 14 hari terhitung hingga 8 April lalu.

Jumlah pasien Covid-19 di Malaysia ini naik 17,6 persen pada awal April jika dibandingkan bulan sebelumnya. Mayoritas pasien merupakan kelompok risiko tinggi seperti lansia atau pasien dengan penyakit bawaan.

Sebanyak 63,8 persen melibatkan pasien berusia di atas 60 tahun, sementara itu 90,7 persen adalah pasien dengan penyakit bawaan.

Namun, Menteri Kesehatan Malaysia Zaliha Mustafa menegaskan meski angka penularan Covid-19 kembali melonjak, rumah sakit masih beroperasi seperti biasa.

“Sebagian besar kasus memiliki gejala ringan dan stabil sehingga situasi Covid-19 tidak memprihatinkan,” ucap Zaliha.

Zaliha mengatakan angka kematian akibat Covid-19 ini enam kali lebih tinggi pada pasien yang tidak divaksinasi booster.

Sementara itu, Zaliha mengatakan hanya 50 persen atau 16.325.561 orang Malaysia yang telah menerima booster vaksin pertama, dan 2,5 persen (818.420) telah melakukan suntikan booster kedua.

“Risiko masuk rumah sakit dan gejala parah dapat dikurangi dengan vaksin booster,” ujarnya.

Zaliha mengimbau agar masyarakat segera mendaptkan vaksinasi terutama bagi individu yang berisiko tinggi terpapar Covid-19 ini.

“Oleh karena itu masyarakat, terutama individu yang berisiko tinggi, dihimbau untuk mendapatkan suntikan penguat karena akan ada penurunan kekebalan dalam jangka waktu 3 hingga 6 bulan sejak dosis terakhir,” paparnya menambahkan.
(heru/lbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *