liputanbangsa.com – Puluhan bangkai babi ditemukan berserakan di saluran irigasi Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Kematian mendadak puluhan babi tersebut diduga disebabkan ada penyakit menular pada hewan babi yang menyebabkan kematian.
Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Nurlina Saking menyebut sejumlah temuan ini diduga berkaitan dengan fenomena African Swine Fever (ASF), sebuah penyakit yang belakangan viral pada babi dan sangat menular.
“Iya benar, ASF adalah penyakit yang disebabkan oleh virus juga. Penyakit ini hanya khusus pada babi,” kata Nurlina Saking.
Nurlina menuturkan bahwa kasus kematian hewan babi secara tiba-tiba mulai terjadi sejak tahun 2022. Kasus ini pertama kali muncul di Kabupaten Gowa.
“Kasus ini ada sejak bulan November tahun 2022 lalu yang terjadi di Kabupaten Gowa, kemudian di Toraja Utara,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Flu Babi Afrika Masuk Batam, Peternak Merugi Rp28 Miliar – Liputan Online Indonesia
Saat ini, kata Nurlina pihaknya telah mengambil beberapa langkah-langkah untuk mengantisipasi penyebaran penyakit ASF yang dapat meluas ke daerah lain di Sulsel.
“Kita lakukan pembatasan lalulintas ternak dari daerah tertular, kemudian melakukan pengobatan pada hewan yang sakit dan pengamanan ternak yang telah mati,” pungkasnya.
(heru/lbi)

