Kenalkan Kain Tenun NTT Di Dubai Fashion Week 2023, Karya Temma Prasetio: Membatikkan Tenun – Liputan Online Indonesia

Kenalkan Kain Tenun NTT Di Dubai Fashion Week 2023, Karya Temma Prasetio: Membatikkan Tenun. Foto: dok.www.parapuan.co

liputanbangsa.com – Kenalkan kain tenun , desainer Indonesia Temma Prasetio berhasil mengharumkan nama bangsa karena melangkah ke kancah internasional. Temma bakal membawa karya rancangannya ke panggung Dubai Fashion Week 2023 pada 11 Maret 2023 mendatang.

Pada perhelatan dunia itu, Temma Prasetio mempersembahkan koleksi yang berbalut tenun Nusa Tenggara Timur (NTT). Karya ini mengawinkan warisan budaya NTT dan sentuhan modern dalam tajuk “Inheritance”

“Kita mau tampilkan mostly motif tenun dari Sumba karena secara motif ada ceritanya, ada gambar komodo, ada daun kelor. Itu yang saya highlight kita ingin memperkenalkan yang sudah ada, ada tenun Sumba, Rote, dan alor,” kata Temma.

Temma akan mempersembahkan 24 look dari koleksinya yang akan dipamerkan di Dubai Fashion Week 2023. Koleksi “Inheritance” terdiri atas jaket, oversized coat, atasan bersiluet boxy, celana berpotongan loose fit dan baggy.

Sementara, tajuk “Inheritance” dipilih karena memiliki makna istimewa. Temma berkisah, ia memulai karier sebagai desainer pada 2017 dengan semangat kuat.

“Saya selalu punya slogan “membatikkan tenun”, dalam arti saya ingin tenun sebesar batik. Seiring berjalan waktu dari 2017 sampai 2020, orang yang saya tuju umurnya sudah tambar. Start 2021, buat lagi untuk anak-anak GenZ, makanya ada kata-kata seperti inheretance, legacy,” jelasnya.

Salah Satu Karya Tenun Temma Prasetio Yang Akan Ditampilkan Di Dubai Fashion Week 2023. Foto: dok. www.parapuan.co

Temma menyebut proses produksi karya ini dimulai dari Desember lalu. Sedangkan, proses kurasi dari Dubai Fashion Week dimulai dari November kemudian pada Desember diinfokan bahwa Temma lolos untuk unjuk gigi di pekan mode tersebut.

Temma tak dapat menutupi rasa antusias dan bahagianya ketika diumumkan lolos kurasi dan dapat menampilkan karya buatannya hingga kancah internasional.

“Pertama tahu saya panik, karena ini first time saya ke internasional. Biasanya di sini handle isu cepat, belum kebayang di sana gimana, tapi let’s go for it, apapun terjadi do our best,” tambahnya.

Melalui koleksi ini, Temma Pasetio ingin menyampaikan bahwa Indonesia memiliki banyak budaya dan tenun.

“Saya ingin “membatikkan tenun” lebih luas lagi. Perjalanan saya di 2017 dengan Kalimantan Barat, Bali, NTB, saatnya orang tahu saya di dunia internasional,” pungkas Temma.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *