Amerika Serikat Disebut Telah Luncurkan Perang Hibrida Oleh Rusia – Liputan Online Indonesia

ByAfifah Agustin

9 Februari 2023
Amerika Serikat Disebut Telah Luncurkan Perang Hibrida Oleh Rusia - Liputan Online Indonesia. Foto: dok.sindonews

liputanbangsa.com Amerika Serikat dituduh Kementrian Luar Negeri Rusia telah meluncurkan perang hibrida total dan menempatkan dua negara nuklir di jalur konfrontasi langsung. Moskow menyebut tuntutan Washington untuk inspeksi nuklir di Rusia adalah “sinis”, dan mencatat bantuannya yang jelas dalam serangan Ukraina terhadap pasukan nuklir strategis Moskow.

Namun, tuduhan tersebut dianggap bagian dari komentar publik Kementerian Luar Negeri Rusia tentang status perjanjian terakhir AS-Rusia yang tersisa tentang pengurangan senjata nuklir (New Start).

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia sempat menolak pernyataan Departemen Luar Negeri AS dalam media AS yang memberi tahu Kongres pada minggu lalu terkait Rusia “tidak patuh” karena menolak untuk memfasilitasi inspeksi di wilayahnya. Penolakan Rusia pada pernyataan tersebut didasari oleh perjanjian yang mengizinkan penangguhan inspeksi.

“Washington adalah yang pertama memblokir pemantau Rusia untuk melakukan pekerjaan mereka di AS,” jelas Kementerian Luar Negeri Rusia seperti dikutip dari RT, Kamis (9/2).

Kementerian Luar Negeri Rusia katakan menciptakan manfaat sepihak yang jelas bagi AS dan mendorong tanggapan yang sama dari Moskow.

“Perjanjian tahun 2010 ditandatangani di lingkungan yang berbeda dan didasarkan pada anggapan bahwa AS dan Rusia adalah mitra setara yang berupaya membangun kepercayaan dan meningkatkan keamanan global melalui perlucutan senjata,” terang Kementerian Luar Negeri Rusia.

Ia menambahkan, “Tapi sekarang Washington telah menyatakan kekalahan strategis Rusia sebagai tujuannya dan meningkatkan ketegangan dalam semua aspek hubungan bilateral, tidak ada ‘bisnis seperti biasa’ dengan AS,” ujar Kementerian Luar Negeri Rusia.

“Sampai Washington merevisi sikap permusuhannya terhadap Rusia dan menjatuhkan kebijakan untuk meningkatkan ancaman terhadap keamanan nasional kita, Moskow akan mempertimbangkan setiap isyarat niat baik yang diusulkan di bawah perjanjian nuklir tidak dapat dibenarkan, tidak tepat waktu, dan tidak pantas,” katanya.

Terkait “objek pasukan nuklir strategis” yang diserang pihak Ukraina dengan bantuan dari AS, yang diduga melibatkan aspek teknis militer dan intelijen informasi itu tidak dijelaskan rinci oleh Kementerian Luar Negeri Rusia. (afifah/lbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *