Liputanbangsa.com – Diabetes umumnya dialami oleh orang dewasa, namun tak menutup kemungkinan anak-anak juga bisa terkena penyakit kronis ini.
Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), tercatat sebanyak 1.645 anak dari 15 kota di Indonesia yang mengidap diabetes. Angka ini diprediksi meningkat 70 kali lipat dari tahun 2010.
Ketua Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi IDAI Muhammad Faizi mengatakan, bahwa dari angka yang tercatat saat ini, sebanyak 90 persen anak mengidap diabetes tipe-1. Sementara 10 persen lainnya mengidap diabetes tipe-2.
Penyakit diabetes pada anak ini kerap membuat orang tua memandang buruk gula atau karbohidrat. Hal ini membuat keduanya dianggap sesuatu yang haram bagi anaknya. Padahal, anak tetap memerlukan karbohidrat sebagai sumber energi.
Dokter spesialis gizi Juwalita Surapsari menyampaikan pencegahan diabetes pada anak bisa dilakukan melalui pengaturan pola makan sehat, termasuk memperhatikan asupan karbohidrat harian anak.
“Pada prinsipnya pemilihan karbohidrat untuk anak dan dewasa hampir sama, artinya enggak ada perbedaan,” papar Juwalita dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (11/2/2023).
Ia kemudian merujuk kepada sejumlah pendapat yang mengatakan bahwa pemberian nasi jenis whole grain seperti nasi merah dan nasi cokelat adalah hal yang salah. Padahal, ia justru mengatakan bahwa hal tersebut bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah diabetes pada anak.
“Sebenarnya bukan artinya dengan memberikan nasi merah dan nasi cokelat tuh pingin anaknya diet dan kurus, enggak,” jelasnua.
Menurutnya, perbedaan antara nasi merah dan nasi putih ada pada kandungan serat di dalamnya.
“Kalau nasi putih kan dia seratnya sedikit. Sedangkan, nasi merah seratnya lebih banyak. Vitamin dan mineralnya juga lebih banyak,” kata Juwalita.
Nasi merah, nasi cokelat, nasi hitam dikategorikan sebagai jenis nasi whole grain. Sedangkan, nasi putih masuk ke dalam kategori refined grains yang berarti karbohidrat yang diolah.
“Sebisa mungkin kita pilihnya yang whole grain, nasi yang mengandung serat,” katanya.
Tak hanya nasi, lanjutnya, anak juga bisa diberikan asupan karbohidrat dari umbi-umbian seperti ubi, singkong, talas, dan kentang. Hal ini ditujukan agar anak memiliki pilihan makanan yang lebih beragam.
“Jadi diperkenalkan dengan ubi, singkong, talas, kentang, sehingga rekomendasi atau [pilihan] rasanya mereka juga banyak. Jadi enggak cuma berfikir bahwa karbohidrat tuh selalu nasi,” jelas Juwalita.
Selain itu, Juwalita juga menyarankan untuk menyelingi pola makan sehari-hari dengan karbohidrat olahan seperti mi, roti, atau pasta agar pilihan semakin beragam.
“Boleh juga ada selingan karbohidrat olahan seperti mi, roti, pasta. Ya, tapi terbatas aja, artinya tidak dalam setiap kali makan itu ada karbo olahan,” pungkasnya. (dian/lbi)

